Farmakologi
Biotransformasi
Fungsi metabolisme obat: ada beberapa obat yang sukar di ekskresi, oleh karena itu perlu adanya metabolisme obat, yang berfungsi agar proses ini lebih mudah dengan cara mengubahnya lebih polar/hidrofilik,metabolit kurang aktif, dan sebagainya (di pptnya).
Untuk obat yang telah hidrofilik maka akan langsung dapat diekskresi.
Untuk yang lipofilik non-metabolisme akan terus berputar dalam metabolisme dan atau diubah ke bentuk hidrofilik.
Jenis obat Kortikosteroid ie: prednisonakan; berefek mengubah wajah menjadi moonface jika dikonsumsi dalam waktu yang lama.
Reaksi fase 1 biasanya mengubah obat asal menjadi metabolit yang lebih polar dengan cara melepas gugus fungsionalnya (-OH, -NH2, -SH), sedangkan untuk Reaksi fase 2 dengan cara kombinasi substrat endogen + gugus fungsional, reaksi ini dapat mendahului fase 1.
Enzim dalam biotransformasi:
1. enzim mikrosom….konjugasi glukoronid…fase 1
2. enzim non-mikrosom….konjugasi lain…fase 1
Reaksi fase 1:
– rx oksidasi
– rx reduksi
– rx hidrolisis
Monooksigenase: mixed function oksidase (MFO)
Beberapa enzim bekerja tergantung pada sitokrom p450 yang tidak tergantung biasanya merupakan proses 1. oksidasi amin; dan 2. dehidrogenasi